AGAMA DAN KULTUR KEKERASAN: Re vitalisasi Pemahaman Kegamaan yang Rahmah dan Tasamuh Oleh: Muhammad Harfin Zuhdi, MA [1] Prolog Sebagai masyarakat beragama ( religious society ), memori kolektif umat sering diguncang dengan beragam peristiwa yang bersifat rasial, fundamentalisme-radikalisme, collective violence dan terorisme yang dikaitkan dengan agama tertentu. Oleh karenanya, a gama menjadi semacam ancaman yang bisa dengan tiba-tiba datang memberangus kehidupan bersama di muka bumi ini. Ini yang biasa disebut sebagai fenomena paradoksal keberagamaan umat, baik pada level elite politik maupun massa bawah ( grass root ). Suasana paradoks ini sering terjadi, di satu sisi agama mengajarkan nilai-nilai kebajikan yang luhur dan anti-kekerasan kepada umatnya, namun pada wajah lain , agama (umat beragama) tidak bersahabat , dan ini sering dialamatkan kepada kelompok keagamaan yang dicap radikal-...
Iqra’ Ayyuhal Qari’ adalah blog literasi, resensi buku, kajian, dan refleksi membaca untuk membangun kebiasaan berpikir kritis dan cinta ilmu